Tentang Bungsuku
Bungsuku tak terasa sudah besar. Beberapa hari ke depan ia genap 10 bulan. Beberapa perkembangannya menggembirakan. Tapi ada yang belum berkembang.
Namanya Daliah. Satu-satunya cewek. Tapi itu sementara. Bisa jadi tahun-tahun mendatang Allah beri lagi anak wedhok. Siapa yang tahu.
Di usianya ini, ia sudah mulai sering memanjat. Ia nampaknya ingin belajar berjalan. Setelah beberapa waktu terakhir, ia berhasil berdiri bersandar.
Sebelumnya, ia sudah melewat tahap duduk tegak. Bahkan tahap ini, masya Allah, ia lewati dengan begitu mudah.
Setelah duduk sudah tegak dan hampir tidak pernah jatuh belakang lagi, ia mulai meninggalkan berjalaan merayap. Perlahan terlihat perkembangannya mulai merangkak jarak pendek.
Sayangnya, perkembangan motoriknya tidak dibarengi dengan pertumbuhan lainnya. Di saat seusianya sudah tumbuh gigi, ia bahkan belum ada tanda akan memiliki gigi segera.
Omongannya juga belum jelas. Belum ada kosakata keluar dari mulutnya. Yang jelas dan keras saat ini, adalah tangisannya.
Tapi semuanya tetap disyukuri. Kehadirannya memang telah dinanti selama beberaoa lama. Beberapa kali percobaan, selalu gagal. Allah datangkan lelaki. Bukan perempuan.
Makanya, si Bungsu ini menjadi primadona. Ia adalah yang tercantik dalam keluarga kami. Mewarisi kecantikan khas ibunya yang berdarah bugis.
Tiap kali menatap wajahnya, saya selalu berdoa agar dijadikannya dia anak yang shalehah. Pun dengan saudaranya yang lain, menjadi anak yang shaleh.
Tidak ada komentar