Kehidupan Pertama



Tentang kehidupan, kewajiban kita adalah bersyukur kepada-Nya. Dia, Allah Ta’ala, telah menjadikan kehidupan ini sebagai bentuk salah satu kuasanya. Sehingga menjadi pelajaran bagi orang yang ingin mengambil ibrah. Lalu disyukuri sebagai suatu bentuk karya agung.

Terkait kehidupan, ada ibrah yang perlu kita ambil dari Al-Qur’an. Tentang penjelasan bahwa setiap manusia akan mengalami dua kali kehidupan. Hal ini diinformasikan dua kali dalam dua ayat berbeda dalam Al-Qur’an.

Pada ayat pertama, dalam Surat Al-Baqarah (2:28) Allah mengatakan kepada orang-orang kafir,

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

Ayat berikutnya dalam surat Al-Mu’min (40:11), Allah abadikan permintaan mustahil mereka untuk keluar dari Neraka,

“Mereka menjawab: ‘Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?’”

Dijelaskan, kehidupan pertama manusia adalah kehidupan sejak peniupan ruh di alam rahim hingga alam dunia ini. Tentu setelah kematian pertama berupa nuthfah, ‘alaqoh dan mudghah sebelum ditiupkan ruh.

Penjelasan lainnya, kehidupan pertama adalah adalah setelah diciptakan menjadi makhluk. Setalah sebelumnya kita adalah sesuatu yang tiada dan belum dicipta.

Pada kehidupan pertama (di dunia) ini, Allah Ta’ala tegaskan bahwa ia adalah senda gurau dan permainan saja. Atau dalam redaksi yang lain disebutkan kenikmatan yang menipu.

Itulah hakikat kehidupan di dunia. Maka oleh Nabi shallallahu alayhi wasallam dijelaskan,

“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing, atau penyebrang jalan.”

Artinya, bagi orang beriman, dunia ini sementara. Hanya transit sebentar. Mengambil bekal yang cukup. Untuk perjalanan abadi di kehidupan kedua, yaitu kehidupan di akhirat. Sebagaimana Allah katakan,

“Carilah bekal! Sesungguhnya bekal terbaik adalah taqwa.”

Bagi orang yang meyakini adanya kehidupan kedua, dia hanya mengambil porsi yang cukup untuk dunianya. Baginya, dunia bukanlah tujuan. Melainkan perjalanan.

Maka Allah terangkan,

“Dan janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah sebagaiman Allah telah berbaik-baik padamu.”

Benarlah ungkapan yang mengatakan: dunia sementara, akhirat selamanya.

#30DWCJilid22
#Day28

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.