Abai Depan Mata

Beberapa hari ini, banyak kawan memberitakan tentang sepinya Masjidil Haram, Makkah. Bahkan sampai ada yang live segala. Langsung dari kota suci itu. Konon penyebabnya karena Corona.

Diketahui, beberapa waktu sebelumnya, pemerintah KSA mengumumkan pemberhentian penerbangan masuk ke Arab Saudi. Termasuk dari Indonesia.

Karena itulah, orang-orang banyak mengatakan Masjidil Haram menjadi sepi.

Ketika mendapatkan berita itu, saya mencoba kroscek. Melalui live streaming dari sebuah televisi satelit, saya melihat jamaah tetap banyak. Tidak seperti yang disampaikan oleh sebagian orang.

Begitulah.

Kebanyakan kita, lebih senang dengan urusan yang jauh dari jangkauan kita. Dan melupakan yang ada di depan mata.

Ketika orang banyak yang mengkhawatirkan sepinya jamaah di Masjidil Haram, di saat lain masjid sekitaran rumah mereka kurang diperhatikan. Padahal masjid itu bisa jadi lebih sepi.

Sama pula halnya dengan virus corona ini. Virus yang telah menewaskan ribuan orang itu, dikatakan berbahaya. Hingga menghebohkan seisi dunia.

Di saat yang sama, mereka lupa ada virus lain yang lebih berbahaya. Yaitu virus cinta dunia. Virus ini susah disembuhkan, dan banyak yang terjangkiti.

Tapi, sekali lagi, banyak di antara kita yang melupakan dan mengabaikan yanh di depan mata. Malah sibuk dengan sesuatu yang tidak perlu kita ribut alama.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.