Bagaimana Bertahan di 30DWC

Hari ini, tepatnya siang, Squad 6 Empire 22 30DWC dapat spirit dari salah satu fighter (2/3/2020). Sang fighter yang berbagi spirit kepenulisan itu mengangkat tema terkait cara mendapat ide sederhana untuk bertahan di 30DWC.

Fa Ali,  namanya. Asal Kediri. Menurut dia, agar dapat bertahan konsisten menulis setiap hari, banyak sumber ide sederhana yang mudah didapatkan. Misalnya dengan songlit, atau membuat resume sebuah buku. Juga dengan bercerita soal foto lama dan membahas ayat alQuran.

Bagi saya, ini materi yang menarik. Sebab saya juga kadang bingung mau menulis apa. Dan tidak tahu harus menulis apa. Padahal ternyata, ada sumber-sumber ide yang begitu sederhana, seperti yang disampaikan Fa Ali.

Ketika ide benar-benar buntu, saya biasa mengatasinya dengan beberapa hal. Seperti dua hari lalu, ketika saya harus mengikuti serangkaian kegiatan yang melelahkan.

Menjelang deadline, seiring lelah yang mendera, otak saya enggan diajak bekerja lebih berat.  Akhirnya, saya hanya membuat tulisan yang mirip puisi berjudul Buntu. Sebagai bentuk mengugurkan kewajiban.

Cara kedua, yang biasa saya lakukan ketika kehilangan ide adalah membongkar note. Di gawai saya, saya menggunakan beberapa aplikasi note dengan ragam tujuan.

Misalnya simplenote, yang bisa sinkron cepat di laptop. Hampir sama dengan keep keluaran Google yang lebih kaya fitur tapi agak berat.

Ada juga type note yang bisa mengatur tulisan dalam folder-folder khusus. Mirip dengan colornote yang lebih simple dan ringan.

Juga ada aplikasi note bawaan hp. Yang punya fitur merekam. Sangat berguna ketika mencatat kajian, karena bisa langsung merekam.

[Semoga ada kesempatan mereview semua aplikasi ini.]

Aplikasi-aplikasi inilah yang kadang harua saya acak-acak secara acak. Mencari mungkin ada ide yang baru sebatas ide, dan belum wujud dalam tulisan. Itulah yang saya selesaikan, kalau sempat.

Cara berikutnya, seperti yang disampaikan Fa Ali, adalah menulis hikmah dari suatu ayat. Kebetulan, saya juga lagi membiasakan diri untuk ngODOJ. Jika dalam bacaan harian saya ada yang menarik, biasanya saya buka tafsirnya. Dan bisa menjadi bahan renungan.

Selanjutnya, saya juga kadang "curi ide". Maksudnya, mendapatkan ide tulisan dari ide orang lain. Tentu yang sudah menjadi tulisan.

Inilah salah satu keuntungan blogwalking atau stalking. Bisa dapat ide dari tulisan orang lain. Asal tidak copas tulisan orang lain,  menurut saya tidak masalah melakukan hal ini.

Banyak sumber-sumber ide lainnya, sebenarnya. Tugas kita adalah menangkap ide-ide itu. Dengan mencatatnya langsung dalam note yang tersedia.

Sumber ide tidak terbatas pada apa yang disampaikan Fa Ali itu. Juga tidak terbatas pada apa yang saya tambahkan. Tinggal kita saja bagaiamana menguatkan sinyal, agar mampu lebih banyak menangkap ide-ide lepas di sekitar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.