Antara Sabar dan Syukur (3)
Sabar dan syukur adalah dua kata yang selalu menyertai kondisi setiap muslim. Bergantian satu sama lain di setiap keadaan. Termasuk dalam bahtera rumah tangga.
Nabi mengingatkan itu dalam sabdanya. Tentang betapa ajaibnya urusan seorang mu'min. Dikala sesuatu yang tidak disukainya menimpa, ia bersabar. Dan pahala pun ia terima sebagai ganjarannya.
Sebaliknya, ketika sesuatu berupa nikmat ia rasakan, ia kembalikan kesyukurannya kepada Allah. Dan ia pun mendulang pahala atas syukurnya.
Bagi yang bersabar atas apapun yang menimpanya, Allah berjanji akan berada di sisinya. Innallaha ma'asshabirin. Bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.
Bagi yang bersykur atas apa yang ia dapatkan, Allah berjanji akan melipatgandakan yang ia dapatkan. La in syakartum la aziidannakum. Bahwa "jika kalian bersyukur," kata Allah, "Aku akan tambahkan untuk kalian."
Itulah yang disadari oleh Hasyim ketika butiran-butiran air membasahi tubuhnya. Ia tahu, pertanyaan istri berbau jebakan.
Jika ia menjawab syukur, ia khawatir istrinya akan cemburu. Sebab, seperti yang ia pahami dari potongan ayat tersebut, syukurnya suami pada istrinya, Allah akan tambah dengan istri yang lain.
Sebaliknya jawaban bahwa ia bersabar lebih akan menenangkan. Walau boleh jadi akan ada sedikit bercak di hati istrinya, sebab ia akan merasa masih kurang dalam pelayanan kepada suami, tapi setidaknya kesabaran itu akan berbuah Allah akan bersamanya.
Sungguh, menurut Hasyim, pertanyaan itu berat untuk dijawab. Sebab apapun jawabannya, punya resiko. Dan akhirnya, pilihannya adalah ia banyak bersabar.
Nabi mengingatkan itu dalam sabdanya. Tentang betapa ajaibnya urusan seorang mu'min. Dikala sesuatu yang tidak disukainya menimpa, ia bersabar. Dan pahala pun ia terima sebagai ganjarannya.
Sebaliknya, ketika sesuatu berupa nikmat ia rasakan, ia kembalikan kesyukurannya kepada Allah. Dan ia pun mendulang pahala atas syukurnya.
Bagi yang bersabar atas apapun yang menimpanya, Allah berjanji akan berada di sisinya. Innallaha ma'asshabirin. Bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.
Bagi yang bersykur atas apa yang ia dapatkan, Allah berjanji akan melipatgandakan yang ia dapatkan. La in syakartum la aziidannakum. Bahwa "jika kalian bersyukur," kata Allah, "Aku akan tambahkan untuk kalian."
Itulah yang disadari oleh Hasyim ketika butiran-butiran air membasahi tubuhnya. Ia tahu, pertanyaan istri berbau jebakan.
Jika ia menjawab syukur, ia khawatir istrinya akan cemburu. Sebab, seperti yang ia pahami dari potongan ayat tersebut, syukurnya suami pada istrinya, Allah akan tambah dengan istri yang lain.
Sebaliknya jawaban bahwa ia bersabar lebih akan menenangkan. Walau boleh jadi akan ada sedikit bercak di hati istrinya, sebab ia akan merasa masih kurang dalam pelayanan kepada suami, tapi setidaknya kesabaran itu akan berbuah Allah akan bersamanya.
Sungguh, menurut Hasyim, pertanyaan itu berat untuk dijawab. Sebab apapun jawabannya, punya resiko. Dan akhirnya, pilihannya adalah ia banyak bersabar.
Tidak ada komentar