Takut Menikah
Hari ini (27/9/19) saya musafir seharian. Berangkat dari Parepare sebelum Subuh menyapa. Sarapan di Kedai Hikmah, Maros. Jam 8 lewat, tiba di Tamangapa, Manggala, Kota Makassar. Ada apa di sana?
.
Beberapa hari lalu, saya dapat undangan. Seorang geman kantor punya hajatan. Menikahkan anak perempuannya dengan seorang lelaki yang saya kenal. Akad dan resepsi digelar di Makassar. Menariknya, pernikahan ini berbeda.
.
Si lelaki, sedang belajar di Yaman. Si wanita, ada di Makassar. Bagaimana proses pernikahannya? Menarik pokoknya.
.
Bagi kebanyakan kita, menikah adalah prosesi yang begitu sakral. Sehingga, sejak pra hingga pasca, begitu banyak proses yang dilakukan. Dan, ribet. Katanya.
.
Karena ribet itulah, ada orang yang belum berani memproses diri untuk menikah. Beberapa kali lebaran lewat, dan pertanyaan "kapan rabi?" belum membuatnya tersinggung. Malah tersungging. Senyum penuh rahasia.
.
Lalu, apa menariknya menikah hari ini? Insya Allah lain kali saya tuliskan.
.
Beberapa hari lalu, saya dapat undangan. Seorang geman kantor punya hajatan. Menikahkan anak perempuannya dengan seorang lelaki yang saya kenal. Akad dan resepsi digelar di Makassar. Menariknya, pernikahan ini berbeda.
.
Si lelaki, sedang belajar di Yaman. Si wanita, ada di Makassar. Bagaimana proses pernikahannya? Menarik pokoknya.
.
Bagi kebanyakan kita, menikah adalah prosesi yang begitu sakral. Sehingga, sejak pra hingga pasca, begitu banyak proses yang dilakukan. Dan, ribet. Katanya.
.
Karena ribet itulah, ada orang yang belum berani memproses diri untuk menikah. Beberapa kali lebaran lewat, dan pertanyaan "kapan rabi?" belum membuatnya tersinggung. Malah tersungging. Senyum penuh rahasia.
.
Lalu, apa menariknya menikah hari ini? Insya Allah lain kali saya tuliskan.
Kapan rabi? Nanti menyesal lho kalo kelamaan belum nikah. hihihi.
BalasHapus