ODOP
Bukan Belajar Biasa
Malam ini (29/9/2019), ketika bercerita tentang kisah saya semasa kuliah dulu, anak-anak bersorak heran dan merasa tak percaya. Waktu kuliah dulu, saya memang ikut sebuah kelas belajar agama. Diajar langsung oleh seorang ustadz alumnus Universitas Islam Madinah.
.
Yang membuat anak-anak heran adalah kelasnya yang campur-aduk. Isinya. ORang-orang yang belajar di dalamya. Terdiri dari berbagai jenis usia. Ada anak SMA. Ada setingkat SMP. Bahkan ada yang usia SD.
.
"Jadi, saya sekelas dengan anak SD," lalu disambut dengan nada heran oleh mereka.
.
Belajar adalah kegiatan yang kita lakukan untuk mendapatkan aneka ragam kompetensi, skill, dan attitude. Dalam KBBI, disebutkan bahwa belajar itu usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, atau berlatih, atau berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
.
Dari pengertian tersebut, kita paham bahwa semua yang kita dapatkan dari perjalanan hidup ini adalah bagian dari proses belajar. Sehingga, ada ungkapan yang mengatakan "menuntut ilmu itu mulai dari buaian sampai ke liang lahat. Artinya, tidak ada batasan usia.
.
Sayangnya, ini yang kita kadang kurang memahami dengan baik. Termasuk para santri saya. Dalam anggapan kita, belajar itu adalah kegiatan terbatas di ruang-ruang kelas formal. Belajar dengan yang sebaya dan seusia.
.
Maka ketika saya bercerita, mereka heran. "Wah, kok bisa?" Begitu mungkin tanya mereka dalam hati. Mereka tak membayangkan sebuah kelas yang diisi belasan orang dengan ragam usia.
Tidak ada komentar