ODOP
Tantangan ODOP
Sandiwara Cinta dari Langit
Judul buku: Sandiwara Langit
Pengarang: Abu Umar Basyier
Penerbit: Shafa Publika
Cetakan: ke 14 April 2013
Dimensi:
Harga:
.
Menikah adalah hal lumrah dan sunnatullah. Di dalamnya ada akad perjanjian sakral antara wali seorang wanita dan mempelai pria. Lafazh ijab dari wali si wanita lalu ucapan qabul dari si pria, akan menjadi penghalal sesuatu yang sebelumnya haram dilakukan. Tapi bagaimana jika akad tersebut diberi tambahan yang menjadi syarat sehingga mirip sebuah perjudian?
.
Itulah yang dihadapi oleh Rizqaan. Pria miskin usia 18 tahun tersebut akhirnya berani melamar seorang gadis dengan alasan tidak mampu menahan syahwat walau telah berpuasa Daud setahun penuh. Tak ada pekerjaan tetap dan hanya berbekal ijazah SMA, ia datangi wali si wanita yang usianya lebih kuda setahun tersebut.
.
Problemnya adalah syarat khusus yang diminta oleh wali si wanita. Ia, ayah ibunya beserta 2 kakak lelakinya memang hidup dalam kecukupan bahkan berlebihan harta. Tapi ayahnya yang ambisius dan berpendirian kuat tak ingin putrinya bergantung lagi padanya setelah menikah nanti.
.
Maka ayah si wanita membuat tantangan yang lebih mirip perjudian: jika dalam 10 tahun Rizqaan tidak mampu memberi kehidupan duniawi yang layak bagi Halimah, calon istrinya tersebut, maka ia harus diceraikan. Dan itu harus diucapkan setelah akad nikah sebagai syarat.
.
Akhirnya, setelah istikharah dan meminta pendapat dari guru mengajinya, Rizqaan sepakat dengan syarat tersebut. Ia tidak punya pilihan lain sebab syahwat yang begitu hebat hampir tak bisa ia bendung lagi. Dan di sisi lain, ia takut dengan azab dan dosa perzinahan.
.
Beberapa hari setelah lamaran, digelarlah sebuah resepsi yang ala kadarnya. Hanya dihadiri segelintir orang dari kerabat kedua mempelai. Walau mampu, ayah Halimah sengaja tidak membuat acara mewah. Ia berpikir akan lebih baik mengadakannya setelah pembuktian 10 tahun mendatang.
.
Singkat cerita, Rizqaan dan Halimah resmi berumah tangga. Keduanya menyewa sebuah kontrakan di pinggiran kota dengan hasil penjualan perhiasan satu-satunya milik ibu Rizqaan.
.
Masa-masa sulit dihadapi Rizqaan di bulan-bulan pertama pernikahan. Ijazah SMAnya tidak bisa memberinya pekerjaan tetap. Hingga akhirnya ia memilih menjadi penjaja roti keliling yang diambil dari sebuah pabrik.
.
Dari usahanya tersebut, perlahan tapi pasti, ia mampu menghidupi istrinya. Tiap hari keuntungannya semakin banyak. Dari yang awalnya 18 ribu perhari, hingga tahun pertama berakhir ia mampu meraup keuntungan kotor hingga 112 ribu perharinya.
.
Hingga pada tahun ketiga, ia sudah mampu membeli sebidang tanah cash. Di sana, ia mulai mendirikan sendiri pabrik rotinya. Tahun ke enam, mereka sudah memiliki sebuah mobil keluarga yang dibeli cash. Ia juga sudah memiliki seorang putra.
.
Tiap tahun, usahanya semakin maju, dengan berbagai aral rintangannya. Dan kesuksesan memberi kehidupan layak untuk Halimah sudah ada dipelupul mata Rizqaan. Tahun kesembilan, ia sudah bisa dianggap sebagai orang kaya.
.
Tapi, peristiwa naas itu membuyarkan semuanya. Tepat dua hari sebelum usia pernikahannya genap 10 tahun, sebuah malapetaka terjadi. Pabrik roti berikut rumah mewahnya habis dilalap api. Bahkan ayah Rizqaan ikut menjadi korban pada peristiwa itu.
.
Abu Umar Basyier, penulis buku Sandiwara Langit ini mengangkat kisah Rizqaan dengan sangat baik. Pembaca ikut merasakan bagaimana Rizqaan berjuang untuk hidupnya, keluarganya dan pernikahannya.
.
Dalam mengisahkan kisah nyata tersebut, penulis Sutra Ungu ini memposisikan diri sebagai ustadz yang menjadi guru ngaji Rizqaan. Kepadanya, Rizqaan selalu mengonsultasikan pelbagai problema kehidupannya. Ustadz yang menjadi tokoh "saya" ini menjadi saksi hidup perjalanan rumah tangga Rizqaan.
.
Buku setebal 212 halaman ini lebih terasa bobotnya dengan selingan nasehat-nasehat dari tokoh "saya". Sayangnya, ruang tokoh "saya" terlalu banyak terlihat. Akibatnya, bisa jadi pembaca tidak bisa menilai apakah ini tulisan kesaksian, atau hanya berupa perjalanan hidup yang disusun oleh tokoh ketiga.

Masya'Allah,,,,kisah yang sangat bagus
BalasHapus