Bersebab Ide Hilang

Seorang kenalan saya memproklamirkan dirinya akan melawan angka keramat 40. Ia melawan angka tersebut dengan mencoba menantang dirinya menulis selama 40 hari non stop. Sayangnya, di hari ke 10, ia kehabisan ide menulis.
.
Ketiadaan ide tersebut membuatnya was-was. Khawatir ia kalah di hari yang masih seusia jagung tersebut. Tapi tekadnya untuk menang membuatnya terus saja menggerakkan pena. Walau ide menulisnya belum jelas.
.
Sampai kemudian, ia tak sadar ia sudah menulis berbaris-baris banyaknya. Dari ketiadaan ide, akhirnya ia bisa menulis banyak paragraf. Dan apakah ide utama dari tulisannya tersebut? Ide utamanya adalah ketiadaan ide.
.
Ya, ketiadaan ide. Buntunya pikiran untuk mencari ide segar justru menjadi bahan tulisan baginya. Praktis, di hari ke-10 tersebut, ia mampu memenangkan tantangannya berbekal dari sesuatu yang tidak ada.
.
Itulah uniknya menulis. Tidak ada ide, gagasan ataupun gambaran yang akan dijadikan tulisan, justru menjadi ide munculnya sebuah tulisan. Dari tiada menjadi ada.
.
Dan terus terang, hari ini juga saya demikian. Sudah beberapa sejak masuk pekan ke 2, saya mulai hilang konsesntrasi. Juga dengan ide. Draft-draft saya bongkar berharap menemukan tulisan-tulisan yang belum tuntas. Akhirnya memang ketemu. Tapi idenya yang tidak datang dan bingung bagaimana menyelesaikan draft-draft itu.
.
Aplikasi typenote juga saya acak-acak. Mungkin saja ada tulisan-tulisan tahap pengendapan yang bisa diedit-edit ulang.  Sehingga memunculkan ide baru. Nyatanya, tetap saja ide tak terpancing keluar.
.
Hasil bacaan saya dua hari lalu juga kurang membantu. Tidak ada yang menjadi umpan memancing ide baru. Hasil tilawah sebenarnya bisa jadi sumber tulisan. Tapi, entahlah, mungkin terlalu berat pembahasannya sehingga idenya tidak keluar.
.
Pun demikian dengan hasil menonton. Film Cooperation yang saya tonton kemarin tidak banyak membantu. Memang menarik; tentang kerjasama Korea Utara dan Korea Selatan memecahkan sebuah masalah. Tapi, apa pelajaran yang bisa diambil dari film itu tidak saya temukan.
.
Tidak ada pilihan lain. Akhirnya saya memaksa untuk mulai mengetuk tuts. Merangkai huruf menjadi kata. Menyusun kata menjadi kalimat. Mengikatnya dalam paragraf. Hingga inilah yang menjadi tulisan saya hari ini; dari ketiadaan ide menjadi ide tulisan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.