Ternyata Kita Keluarga



Malam ini, saya berkunjung ke rumah salah seorang keluarga. Lebih tepatnya keluarga istri. Oleh bapak mertua, dia disebut sebagai Om. Konon, bapaknya mertua laki saudara dengan ibunya om tersebut.
.
Setelah tukar kabar sebagaimana mestinya, giliran saya ditanya. Tentang orang tua saya, dan banyak lagi. Bahkan ditanya juga bagaimana saya "bertemu" dengan istri.
.
Maklum, keluarga kami adalah perantau. Mertua laki dan perempuan, ketemu di rantauan. Bapak dan ibu saya, juga demikian. Kabar baiknya, mereka masih satu daerah.
.
Ketika menyebut nama asal kampung ibu saya, tetiba tante istri saya nyahut. "Siapa nama ibunya? "
.
"Ya Allah, kelurag pale kita," katanya cepat setelah sebuah nama saya sebut.
.
Di kampung, katanya, hanya ada dua nama seperti nama ibu saya. Dan menurut dia, semuanya adalah keluarganya.
.
"Kamu," kata om sambil nunjuk ke Istri saya," adalah ponakanku."
.
"Dan kamu," katanya lagi sambil nunjuk ke saya, "ponakannya istri saya."
.
"Dan kalian, ketemu, jadi sepasang suami istri," katanya membuat kesimpulan. Semua tertawa. Merasa lucu.
.
Silaturrahmi itu memang ajaib. Nabi mengatakan bahwa silaturrahmi dapat memanjangkan umur dan meluaskan rezeki.
.
Silaturrahmi saya malam ini menyimpulkan hal itu.

1 komentar:

  1. Keren 👍
    Tapi saya tidak nyaman dengan titik pembatas kalimat, barang Kali itu Ada maksud lain kah ?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.