Menipu Singa

Saya baru saja tiba. Masih lelah. Star sejak jam 10 pagi tadi. Baru tiba jam 21 lewat sedikit barusan. Tapi karena ini kewajiban, saya paksakan untuk menulis. Temanya adalah penipuan.

Saya meninggalkan Pondok Mertua Indah sejak pagi. Diantar oleh kakak ipar. Bapak sudah pamit duluan selepas subuh.

"Buru-buru, mau sudah mau jalan speed," katanya setalh cium tangan. Dia sudah janjian dengan kawannya untuk barengan menengok proyek. Pakai speed boat.

Sampai bandara 30 menit kemudian. Di itinerary tercatat jadwal boarding 12.25. Ah, masih banyak waktu. Saya butuh waktu berfikir agar bagasi saya tidak kena bayar.

Di depan loket check ini, saya iseng timbang bag. Wow, lebih sekilo. Dari ketentuan batas bagasi kabin Lion Air 7 kg.

Akhirnya, ketika melaporkan hasil web-check-in, saya titip bag tersebut. Saya hanya bawa ransel lepi menuju loket.

Setelah menyerahkan identitas, petugas memberikan boarding pass dan selembar label kuning: cabin baggage.

Sesuai aturan terbaru Lion, penumpang hanya boleh membawa satu tas/koper dengan maksimal 7 kg. Dengan dimensi 40x30x20. Dalam satuan centi meter. Plus satu tas untuk keperluan selama di pesawat.

Bag saya, dimensinya oke. Beratnya, lebih. Terpaksa, hanya tas carrier yang saya lapor. Tidak ditimbang karena tentu ringan.

Dan akhirnya, saya bisa bawa bagasi lebih. Bag saya beri label kuning cabin baggage. Seolah, itulah yang terlapor di loket check in.

Intinya, dimensi pas. Tidak kebesaran. Soal berat, itu bisa diakalin. Demikian penipuan tersebut saya lakukan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.