Selimutmu Adalah Selimutku

Saya berencana mengadakan safar pekan depan. Alhamdulillah, tiket sudah di tangan. Sekeluarga; satu istri dan beberapa anak. Saat ini sedang packing. Memilah dan memilih pakaian apa yang akan dibawa. 
.
Kebetulan, saya dapat SK penugasan baru. Saya di mutasi ke Kabupaten lain. Kesempatan masa transisi ini, saya gunakan untuk silaurahim ke Pondok Mertua Indah. 
.
Karena itulah, packing terbagi dua. Ada yang akan dikirim ke tempat tugas baru. Ada yang akan dibawa selama safar. 
.
Melihat jaket tebal saya masih tergantung, istri tanya, "Yah, jaketnya mau dibawa ke Tarakan?"
.
"Hm, nggak usah. Di sana, kan, panas." Tarakan, kota tujuan safar saya, memang panas. Kota kepulauan itu dikelilingi lautan. Cuacanya panas. Bahkan puanas. 
.
"Tapi, sudah masuk musim hujan, loh, Yah." Istri masih ngotot. Terakhir ke sana, saya didera demam tinggj selama 3 hari. Pasalnya, saya keluar malam pakai motor, dan tidak pakai jaket.
.
"Pasti dingin kalau malam," katanya beralasan. Ada nada kekhawatiran di sana. Mungkin ia teringat kejadian itu. 
.
"Nggak papa, kan ada selimut," kata saya cepat sambil memberi kode mata, "lebih hangat, malahan." Ia mendadak tersipu malu. Salah tingkah. 
.
"Terbaliklah. Harusnya Ayah yang jadi selimutku." Nggak mau kalah dia. Beralasan balik. 
.
Saya lalu membacakan ayat: "Hunna libasun lakum, wa antum libasun lahunna." Meralat bahwa kami adalah selimut satu sama lain. 
.
Ia akhirnya mengalah. Jaket itu juga akhirnya berakhir dalam kardus kiriman. Menyatu bersama pakaian lain yang akan segera diberangkatkan ke tempat baru.
.
Dan adzan maghrib membubarkan keributan kecil itu. 

9 komentar:

  1. Masya Allah.. mesranyaa...

    Btw, saya agak sedikit terganggu dengan titik-titik di antara kalimat satu dengan yang lainnya. Apakah memang disengaja seperti itu?

    Saya rasa titik-titik tersebut tidak perlu karena tidak sedang mengetik caption instagram. :)

    BalasHapus
  2. MasyaAllah . . .
    Tapi mas apa funsi titik diantara kalimat tersebut

    BalasHapus
  3. Mesra sekali, Barakallahu fiikum...
    Titik-titik yang ditaruh diantara paragraf itu apa memang sengaj?

    BalasHapus
  4. Menikmati jalan-jala bersama keluarga.

    BalasHapus
  5. Tarakan di kalimantan utara kan?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.