Hari Spesial


Hari ini sebenarnya istimewa bagi ku. Kalau menurut pandangan orang pada umumnya. Hanya saja, aku nggak menggunakan asumsi umum. Makanya, walau spesial secara histori. Tapi tak ia tetap selalu sama dengan hari-hari yang lain.

Bagiku, hari hanya tiga. Hari kemarin, hari ini, dan hari esok.

Hari kemarin, adalah masa lalu. Meratapi kepergiannya, adalah percuma. Ia tak akan pernah kembali lagi. Maka ia hanya menjadi kenangan dan pengalaman. Sekaligus juga sebagai pelajaran.

Hari ini adalah milik kita. Begitu kata potongan lagu. Artinya, hari ini adalah waktunya kita eksis. Eksistensi kita hari ini ditandai dengan “apa yang akan diperbuat hari ini?”. Dan jawaban atas pertanyaan itu, sebagiannya adalah hasil pengalaman hari kemarin.

Hari esok adalah misteri. Memikirkannya tak begitu penting. Yang namanya misteri, tak ada yang ketahui.

Yang perlu kita lakukan adalah memaksimalkan hari ini. Untuk melakukan karya-karya yang bermanfaat. Menebarkan banyak kebaikan. Beusaha untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Walau misteri, esok tetap harus direncakan. Minimal agenda apa yang harus diselesaikan. Andai besok menjadi milik kita. Seperti hari ini.

Tapi yang namanya rencana, tetaplah sebuah rencana. Dibalik semua rencana manusia, ada KetetapanNya yang tak terhindarkan.

*Hari ini, hari yang seharusnya spesial bagiku, Ahad, 6/10/2019.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.