ODOP
Agar Semua Terakomodir
Pagi tadi, Rabu (2/10/19), di Asrama Nottingham ODOP Batch 7 ada diskusi sambil lewat. Terkait dengan agenda rutin warga asrama. Yakni memberi feedback kepada tulisan warga yang dibedah.
Aturannya, semua penghuni asrama wajib memberi feedback. Nyatanya tidak semua hadir di sesi tersebut.
Entah karena dianggap paling luang, waktu bedah tulisan dilakukan di jam malam. Inilah masalahnya. Sebab, bagi saya (dan mungkin beberapa yang lain), jam malam bukan waktu luang. Melainkan waktu istirahat.
Saya beraktifitas sejak pagi. Tugas sebagai guru ngaji, mengharuskan saya mulai meladeni anak-anak mulai usai subuh. Dan terus berlanjut hingga isya datang.
Memang ada jeda di antara waktu tersebut. Tetapi, sudah ada agenda lain yang menanti. Praktis, waku malam bagi saya adalah family time. Saatnya berkumpul dengan keluarga. Secara nyata.
Sehingga kadang agak berat untuk bisa bergabung di dunia maya. Pernah suatu ketika, Sulung saya nyelutuk, "Ayah, loh. Hape terus."
Komentar itu muncul sebab sejak ada di rumah, saya dilihatnya pake hape terus. Lupa bahwa saya sedang di rumah. Dan saatnya family time.
Karenanya, perlu ada regulasi yang lebih baik. Agar semua orang bisa nyaman dalam sebuah komunitas bersifat online. Dan semuanya bisa terakomodir dengan baik.
Sebab itulah, saya sepakat dengan ide melapangkan waktu feedback. Bagi yang tidak bisa ikut malam, bisa meluangkan waktu di pagi atau siang keesokan hari.
Dengan demikian, semua penghuni asrama bisa menyesuaikan waktu dan kondisinya.
Aturannya, semua penghuni asrama wajib memberi feedback. Nyatanya tidak semua hadir di sesi tersebut.
Entah karena dianggap paling luang, waktu bedah tulisan dilakukan di jam malam. Inilah masalahnya. Sebab, bagi saya (dan mungkin beberapa yang lain), jam malam bukan waktu luang. Melainkan waktu istirahat.
Saya beraktifitas sejak pagi. Tugas sebagai guru ngaji, mengharuskan saya mulai meladeni anak-anak mulai usai subuh. Dan terus berlanjut hingga isya datang.
Memang ada jeda di antara waktu tersebut. Tetapi, sudah ada agenda lain yang menanti. Praktis, waku malam bagi saya adalah family time. Saatnya berkumpul dengan keluarga. Secara nyata.
Sehingga kadang agak berat untuk bisa bergabung di dunia maya. Pernah suatu ketika, Sulung saya nyelutuk, "Ayah, loh. Hape terus."
Komentar itu muncul sebab sejak ada di rumah, saya dilihatnya pake hape terus. Lupa bahwa saya sedang di rumah. Dan saatnya family time.
Karenanya, perlu ada regulasi yang lebih baik. Agar semua orang bisa nyaman dalam sebuah komunitas bersifat online. Dan semuanya bisa terakomodir dengan baik.
Sebab itulah, saya sepakat dengan ide melapangkan waktu feedback. Bagi yang tidak bisa ikut malam, bisa meluangkan waktu di pagi atau siang keesokan hari.
Dengan demikian, semua penghuni asrama bisa menyesuaikan waktu dan kondisinya.
Tidak ada komentar