Mengapa Kau Beda

Hai kau yang bersemayam di awan
Semoga kabarmu menggembirakan
Aku baru saja tiba di Tarakan
Setelah dua hari dua malam di lautan

Aku sebenarnya ingin bertanya kepadamu
Tapi aku tahu pasti kau tak mampu
Memberi jawaban atas tanya dan protesku
Sebab kau hanya patuh dan taat pada Tuhan Mu

Malam pertama aku di Tarakan
Kau memecah malam yang penuh kesunyian
Dengan rintikmu yang turun perlahan
Yang kian menderas tanpa perasaan

Kutanyakan pada sejawatku
Katanya kau sudah pecah berminggu lalu
Hampir tiap malam kau turun menderu
Menyapa di tengah gulita hingga lewat jam satu

Hai kau yang bersembunyi di balik awan
Di tempatku tulus dalam pengabdian
Di kota Parepare yang indah dan menawan
Kau begitu dinanti dan dirindukan

Sawah mengering tak bisa menanam padi
Jalan-jalan penuh debu di sana sini
Sungai mulai kering tak ada yang mengairi
Pepohonan meranggas kerontang hampir mati

Semua orang kini mengharapkanmu
Turun ke bumi menyapa dengan kasihmu
Agar sawah dan alam kembali menghijau
Pun jalan dan tanah kering tak lagi berdebu

2 komentar:

  1. Hujannya masih jarang-jarang 😢

    BalasHapus
  2. Hujan yang dinanti
    untuk memberikan kebahagian ibu pertiwi
    warna nan hijau dan asri

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.